Out of the Box
September 11, 2009 at 5:49 am 1 komentar
Inilah bulan ke-3 saya berkerja di singapura. Negara yang miskin sumber daya alam tetapi bisa makmur. Jauh lebih makmur dengan Indonesia yang alamnya kaya, Gemah Ripah Loh Jinawi. Air bersih, listrik, sayuran segar, daging Singapura beli dari tetangganya, Malaysia. Singapura luasnya hanya 704 Km persegi, lebih kecil jika dibandingkan dengan kabupaten Tanggerang (1.157 Km2) dan hampir sama dengan luas Jakarta. Penduduknya hanya 5.5 juta (Kota Jakarta: 8.8 Juta). Lebih dari 25% penduduk Singapura adalah pendatang, baik yang sudah Permanent Resident atau temporary (worker, student, etc). Singapore need more baby demikian artikel dari The Straits Times bulan Juli atau Agustus lalu. Ada bonus yang diberikan pemerintah Singapura jika Singaporean punya banyak anak. Coba kalo di Indonesia dibuat bonus seperti ini
Udah terlalu banyak pertanyaan mengapa Indonesia yang kaya tetapi penduduknya miskin? Tidak perlu dibahas, hanya berharap beberapa generasi ke depan Indonesia akan lebih baik. Pemilu Legislatif dan Presiden sudah langsung memilih wakil rakyat dan Presiden, cepat atau lambat perubahan pasti terjadi. Putra Indonesia terbaik akan muncul dan memimpin negeri ini.
Kalo dibaca dari brosur dan peta yang banyak disebar ditempat yang banyak wisatawannya, Negara ini mengandalkan sumber daya manusia untuk menggerakkan ekonomi dan kesuksesan membangun Singapura.
Saya hanya sekedar sharing, apa yang saya lihat dalam 3 bulan ini.
Pertama adalah soal perusahaan tempat saya bekerja (www.qa.com.sg). Ini bukan perusahaan sebesar Singtel, OCBC atau Singapore Airlines. Singtel punya saham lebih dari 30% di Telkomsel juga di Indosat, OCBC membeli sebagian saham Bank NISP, Singapore Airlines termasuk salah satu maskapai pernerbangan terbaik di bumi ini. Tetapi ada yang menarik disini, produk kami adalah Controller untuk Building Management System. Perusahaan ini tidak besar, tetapi mereka membuat design rangkaian controller, firmware untuk controller dan program untuk memprogram controller. Kami membuatnya sendiri. Berbicara dengan teman yang membuat prototype rangkaian controller ini, dia berkata : rangkaian dasar kamu bisa dapat dari perusahaan yang kita pakai chipnya. Contoh di www.zilog.com sebagai Processor.
Itu adalah idenya. Saya kemudian bandingkan apa yang saya kerjakan di Indonesia, buat program. Disini saya juga buat program, tetapi bedanya: di Jakarta saya buat aplikasi bisnis yang sudah sangat banyak dibuat orang, umum dan bisa didapat gratis di Internet source codenya. Disini saya buat program juga, tetapi bukan untuk bisnis, untuk controller. Program ini jarang dan spesifik untuk controller kami.
Controller ini berperan dalam manajemen gedung seperti kontrol AC, fan, fire alarm, Lift, Lighting Control dan sebagainya. Peluang masih banyak disini, standard untuk Building Management System (controller ini bagian dari Building Management Sytem – BMS) sendiri belum baku. Ada tiga protokol yang dipakai dalam BMS dan masing-masing berkembang untuk menjadi standard dan sempurna. Ada peluang disini, khususnya untuk membuat aplikasi yang bisa digunakan untuk masing-masing protokol. Contoh perusahaan yang menjual program untuk salah satu protokol (BACnet) adalah www.scadaengine.com.
Mungkin untuk membuat program sebesar program Microsoft Office adalah sulit. Tetapi untuk membuat program yang sesuai dengan protokol BACnet sehingga bisa digunakan membaca data di controller itu lebih kecil dan mudah.
Kesimpulan.
1. Perusahan kami membuat controller yang dipasar memang jarang dimasukin oleh perusahaan lain. Tetapi Siemens punya alat seperti ini.
2. Belajar dari standar protokol yang ada, kami mengembangkan controller kami sendiri yang memenuhi standard protokol resmi saat ini (BACnet, LonWork dan Q-Bus)
3. Sepertinya tidak banyak yang bermain dibisnis ini, sehingga kami bisa menjual controller kami ke Amerika, Qatar, China, Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia, controller kami dipakai di Energy Building, gedung baru dibelakang gedung Bank Niaga di Jl. Sudirman, milik Medco Group.
Entry filed under: firefox. Tags: .
1 Komentar Add your own
Tinggalkan Balasan
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
1.
Mariaty | September 14, 2009 pukul 5:53 am
I love this blog.
Singapura, salah satu negara yg ku kagumi. Yups, kenapa Singapore bisa lebih maju dari kita? Negara kecil dan miskin sumber alam, tapi kaya sumber manusia. Manusia2 ulet dan berbakat yg mau terus berjuang. Intinya kedisiplinan. Indonesia butuh manusia2 seperti itu (salah satunya yg nyasar ke Sing.. mudah2an setlh balik nanti bisa memajukan Indo.. ya gk, Dirga..? Amien..)
Satu lagi.. klo di Indo dibuat program bonus tuk yg melahirkan, bisa kubygkan.. Dlm setahun, Indo bakal tenggelam krn keberatan penduduk.. He3..
Salut deh buat Dirga.. anak bangsa yg berhasil merantau jauh ke negeri seberang.
Moga selalu dalam lindungan Tuhan n maju terus ya..
GBU, dear..